• Kamis, 2 Februari 2023

Kental Muatan Politik, Skenario Penundaan Pemilu Harus Ditolak

- Senin, 12 Desember 2022 | 15:51 WIB
Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga
Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga

Teropongpolitik.com- Isu penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 kembali meresahkan rakyat Indonesia, pasalnya hal demikian sangat bertentangan dengan semangat reformasi pada tahun 1998 lalu.

Seperti diketahui, Ketua DPD AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam waktu berdekatan kembali mewacanakan penundaan pemilu yang akan digelar pada 14 Februari tahun 2024.

Menurut pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai munculnya wacana itu layak dicermati karena dimunculkan pimpinan lembaga tinggi negara.

Baca Juga: Moment AHY Bakar Semangat Kader: Dengan Kerja Keras, Demokrat Kembali Berjaya

Dalam Analisa Jamiluddin, Bamsoet dan LaNyalla tentu tidak asal mengeluarkan pernyataan mengenai penundaan pemilu, sehingga perlu untuk sama-sama kita cermati.

"Tentu ada motif politik khusus yang mendasarinya. Karena itu, Lanyalla dan Bamsoet memunculkan wacana itu tentu tidak kebetulan. Muatan politiknya kiranya sangat kental," ungkap Jamiluddin, pada Senin (12/12/2022).

Bagi mantan Dekan FIkom IISIP Jakarta ini, wacana yang dimunculkan patut dicurigai. Pandangan sampean, setidaknya ada pihak-pihak di belakang yang jadi beking yang mempunyai skenario besar yang memang menginginkan penundaan pemilu.

Baca Juga: TikTok 18 Plus Mod Apk versi 1.3.4 Hadir dengan Bahaya bagi Pengguna?

"Untuk itu, besar kemungkinan mereka juga akan melobi Ketua DPR terkait hal itu. Kalau berhasil, maka muluslah skenario besar itu dapat diwujudkan," paparnya lagi.

Halaman:

Editor: Bobby Darmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X