• Kamis, 2 Februari 2023

Andi Arief: Kita Hormati Langkah PKS Dorong Aher Cawapres Anies

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:50 WIB
Andi Arief, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat
Andi Arief, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat


TEROPONGPOLITIK - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief mengapresiasi PKS yang mengusulkan kadernya, eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), menjadi pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024. Andi berpendapat, Aher sosok yang sangat layak jadi cawapres.

"Saya sebagai Bappilu sambut baik usulan PKS tentang duet Anies-Aher. Aher tokoh partai yang juga sudah sangat berpengalaman, sudah jadi gubernur. Ya, nanti kita lihat saja, sudah sangat layak juga diajukan sebagai cawapres," kata Andi Arief, Selasa (25/10) kemarin.

Meski demikian, Andi menekankan pihaknya juga mengusung Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping Anies. Ia juga menilai Partai NasDem punya kandidat lain untuk diusulkan sebagai cawapres Anies.

Sebab itu, ia menyerahkan keputusan terkait cawapres pada Anies Baswedan. Terlebih bakal capres 2024 dari Partai NasDem itu memang telah diamanatkan mencari pendamping di pilpres oleh Ketum NasDem Surya Paloh.

Baca Juga: Bersama Perwakilan Parlemen, Bamsoet Usulkan Nama Forum MPR Dunia

"Tentu [Aher layak] bersama beberapa calon lain, dari internal Demokrat ajukan AHY. Saya kira juga internal NasDem juga akan ajukan. Nanti tinggal bagaimana Pak Anies hitung dengan siapa yang tepat, kita akan lihat nanti perkembangan. Yang jelas dalam tubuh koalisi perubahan dan perbaikan ini, kita tidak kekurangan banyak tokoh untuk perubahan itu," jelas dia.

Andi Arief menegaskan banyak persoalan yang akan dibahas oleh petinggi Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKS, sebelum meresmikan koalisi. Termasuk membahas cawapres yang nantinya dipilih Anies, bahkan kans merombak total paslon capres-cawapres yang akan diusung oleh koalisi.

"Semua masukan, pendapat, dan yang berkembang di pembicaraan level koalisi yang sedang dibahas akan dibawa ke masing-masing induk partai. Kalau Partai Demokrat ada Majelis Tinggi, PKS Dewan Syuro, NasDem juga ada pengambil keputusan Pak Surya Paloh. Jadi kesepakatan-kesepakatan yang [ingin] dicapai [akan dibahas oleh petinggi],

"Karena untuk urus negara nggak bisa sebulan dua bulan dibicarakan. Bagaimana menentukan koalisi, dia harus matang. Apalagi sinyal perubahan masyarakat cukup kuat. Di tengah persoalan-persoalan ekonomi, global, lokal yang menantang problemnya banyak," tandas pria asal Lampung itu.

Baca Juga: Waspada!, Berikut Daftar 19 Produk Unilever Yang Ditarik Dari Pasaran

Halaman:

Editor: Firdaus Iwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X