• Kamis, 2 Februari 2023

Video 'Jokowi Ogah Dipeluk Surya Paloh' Viral, Nasdem: Narasi Berlebihan

- Senin, 24 Oktober 2022 | 16:00 WIB
Willy Adita, Ketua DPP Partai Nasdem  (Website pribadi Willy Aditya - willy aditya .com )
Willy Adita, Ketua DPP Partai Nasdem (Website pribadi Willy Aditya - willy aditya .com )

TEROPONGPOLITIK.COM – Video Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menyalami Presiden Joko Widodo (Jokowi) di HUT Partai Golkar ke-58, viral di media sosial. Sejumlah pihak yang diduga sebagai lawan politik Anies Baswedan kemudian menafsirkan, keengganan Presiden Jokowi yang enggan menerima salam peluk dari Surya Paloh ditafsirkan sebagai bentuk keengganan Jokowi terhadap manuver Surya Paloh.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP NasDem Willy Aditya menganggap narasi 'Jokowi ogah dipeluk Paloh' adalah berlebihan alias lebay.

"Janganlah publik ini dibodohi dengan narasi-narasi lebay semacam dari (akun medsos) Kurawa itu," kata Willy, Sabtu (22/10/2022).

Menurutnya, politik harus rasional, jangan dibuat emosional, karena jadinya seperti yang sudah-sudah. Segala irasionalitas dijadikan senjata demi sebuah kemenangan meraih kekuasaan.

Baca Juga: China Sangat Mengecewakan, Harga Minyak Anjlok Bebas, Ini Sebabnya

Willy yang mantan Ketua Dema UGM tahun 1999 itu melanjutkan, narasi 'Jokowi ogah dipeluk Paloh' merupakan kesimpulan yang terlalu gegabah karena hanya mengandalkan potongan video berdurasi 7 detik tersebut.

"Menurut saya, terlalu gegabah menyimpulkan hal demikian hanya dari sebuah adegan yang hanya sekian detik. Dan tafsirnya tentu bisa macam-macam. Tapi, sejatinya seperti apa, ya hanya Pak Surya dan Pak Jokowi yang lebih tahu," ungkap mantan Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) itu.

Akan tetapi, atas tanggapan berlebihan tersebut, Willy Aditya dia tak mempermasalahkan berbagai tafsiran publik yang mungkin muncul.

"Tapi namanya tafsir, ya monggo-monggo saja. Namanya sebuah narasi, ia akan selalu diselaraskan dengan subjektivitas, keberpihakan, dan kepentingan si pembuat narasi," tambah Willy yang pendiri Ormas Nasional Demokrat (2011).

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X