• Kamis, 2 Februari 2023

Faisal Basri Ingatkan Pemerintah Untuk Fokus Instabilitas Nasional Daripada IKN

- Senin, 24 Oktober 2022 | 12:03 WIB
Faisal Basri (Teropongpolitik.com)
Faisal Basri (Teropongpolitik.com)

Teropongpolitik.com - Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri menanggapi langkah pemerintah yang tetap ingin membangun Ibu Kota Nusantara atau IKN meski di depan ada ancaman resesi global.

Faisal ingatkan pemerintah tak buru-buru membangun ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu, dan menyarankan agar lebih fokus pada instabilitas sosial.

“Bukanlah aib memindahkan ibu kota. Tapi ada masalah mendasar yang kita hadapi adalah sense of urgency-nya. Urgensinya bukan pindah ibu kota,” ujar Faisal saat ditemui di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, Kamis, 20 Oktober 2022.

Baca Juga: Ketua MPR RI Siap Gelar Konferensi Internasional Bentuk Forum MPR Dunia di Bandung

Menurutnya, Indonesia akan menghadapi tantang berat, meskipun ada kemungkinan tidak mengalami resesi. Karena, kata dia, berdasarkan pengalaman, menunjukan bahwa jika ekonomi dunia resesi, maka Indonesia tidak. Alasannya, Indonesia keterkaitan dengan ekonomi dunia relatif kecil.

Faisal mencontohkan misalnya global financial crisis 2008, saat dunia mengalami resesi dengan pertumbuhan ekonomi -1 persen, Indonesia angkanya 4,6 persen, bahkan nomor tiga tertinggi di dunia. Namun, tantangan saat ini sangat berat. Salah satunya nilai rupiah terhadap dolar Amerika melemah—sudah Rp 15.500—efeknya membayar utang dalam mata uang asing ikut naik.

“Jadi beban utang naik, bunga, belum ditambah cicilan. Cicilan itu bisa dibayar dengan utang lagi, gali lubang tutup lubang, tapi kalau bunga enggak bisa,” ucap Faisal.

Baca Juga: Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Kemenkes dan Polri Usut Tuntas Kasus Gangguan Ginjal Akut Anak

Bahkan, dia memprediksi bayar bunganya bisa melonjak lebih dari 20 persen dari total pengeluaran pemerintah pusat. “Itu sudah berat.” Sehingga, Faisal menambahkan, akan membuat ‘ruang’ bagi masyarakat semakin sedikit. Karena membayar bunga utang itu wajib, jika tidak Indonesia bisa mendapatkan penalty atau hukuman.

Halaman:

Editor: Bobby Darmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X