• Rabu, 1 Februari 2023

Ketika Puan Membungkam Masukan, Kesakralan Jadi Pembelaannya

- Senin, 8 November 2021 | 14:05 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Foto: Layar TV Parlementer.
Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Foto: Layar TV Parlementer.

TeropongPolitik.com - Ketua DPR Puan Maharani mengabaikan interupsi legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahmi Alaydroes. Fahmi menanggapi pembungkaman itu dengan celetukan yang tampaknya memicu amarah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada rapat paripurna menyetujui Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Rapat yang digelar di ruang paripurna, Nusantara II, Senayan, Jakarta pada Senin, 8 November 2021, dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, didampingi oleh Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel dan Lodewijk Paulus.

Rapat paripurna itu tidak hanya bertujuan untuk menyetujui penunjukan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, namun juga memberi masukan dan catatan bagi Andika saat menjadi Panglima.

Selain itu, rapat paripurna juga memberi saran dan masukan atas kinerja yang telah dilakukan dan apa yang sebaiknya dilakukan Panglima TNI ke depan.

Namun sayang, saat Fahmi mengajukan interupsi dan ingin memberi masukan, namun Puan malah ingin menutup rapat paripurna.

Puan terlihat jelas mengabaikan Fahmi yang berulangkali mengajukan interupsi, namun selalu tidak digubris Puan Maharani, yang malah ingin cepat-cepat menutup sidang paripurna.

"Dengan mengucapkan alhamdulillah...," lanjut Puan.

"Pimpinan, mohon maaf saya minta waktu !!," ulang Fahmi.

"Wassalammualaikum..." Puan meneruskan tanpa menggubris Fahmi.

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X