• Kamis, 2 Februari 2023

Kamhar Lakumani: Hasto Gagal Move On dan Post Truth

- Senin, 25 Oktober 2021 | 23:34 WIB
Pengurus DPP PD AHY, Kamhar Lakumani (dok, JPPN.com)
Pengurus DPP PD AHY, Kamhar Lakumani (dok, JPPN.com)

Teropongpolitik.com, Jakarta - Pernyataan Sekreatis Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menilai kecurangan masif terjadi pada Pemilu 2009, ditanggapi serius oleh Partai Demokrat.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai, Hasto masih belum move on.

Kamhar menilai, Hasto juga tengah mengalihkan topik dari polemik tentang pengambilan keputusan Presiden Jokowi dan presiden pendahulunya ke persoalan Pemilu 2009.

Kenapa Hasto dinilai gagal move on? Menurut Kamhar, Hasto Kristiyanto dinilai sebagai pribadi yang gagal move on karena masih tidak menerima kekalahan Megawati Soekarnoputri yang saat itu bertarung dalam kontestasi pemilihan presiden dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009.

Dan prbadi gagal move on Hasto dinilainya sejak Pilpres 2004, di mana Megawati juga kalah dari SBY.

Baca Juga: Usai Bikin Geger Kemenag Hadiah Bagi NU, Yaqut Akhirnya Buka Suara

Dalam periode demokrasi Indonesia pasca reformasi, Megawati Soekarnoputri dua kali kalah dari SBY.

Pada kontestasi Piplres 2004, SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), sementara Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Hasyim Muzadi.

Sedangkan pada kontestasi Pilpres 2009, SBY berpasangan dengan Boediono, sementara Megawati berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Jokowi Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Era Soeharto

Senin, 12 Desember 2022 | 15:54 WIB
X