• Senin, 28 November 2022

Moeldoko Bagi-Bagi Uang dan Ponsel Sebelum KLB Deli Serdang, Demokrat: Pengacara Penggugat Tak Bisa Membantah

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:27 WIB
Pengacara Demokrat, Mehbob, dan Hinca Pandjaitan, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, memberikan keterangan pers usai menghadiri sidang di PTUN Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021. (Partai Demokrat/Kardi)
Pengacara Demokrat, Mehbob, dan Hinca Pandjaitan, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, memberikan keterangan pers usai menghadiri sidang di PTUN Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021. (Partai Demokrat/Kardi)

Teropongpolitik.com, Jakarta - Dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Kamis (14/10), Saksi Fakta Partai Demokrat menyebut adanya pembagian uang dan ponsel oleh KSP Moeldoko, sebelum para peserta Konggres Luar Biasa (KLB) ilegal berangkat ke Deli Serdang.

Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat Mehbob menjelaskan bahwa peserta KLB ilegal Deli Serdang berangkat ke lokasi dengan dua cara. Bagi mereka yang bukan Ketua DPC langsung berangkat ke lokasi. Namun, bagi mereka yang berstatus Ketua DPC terlebih dahulu transit di Jakarta, dan bertemu dengan KSP Moeldoko.

“Kalau untuk Ketua DPC, menurut keterangan saksi, setelah mereka bertemu Pak Moeldoko, mereka diberikan uang sebesar Rp25 juta dan 1 buah handphone. Jadi kalau Pak Moeldoko selama ini bilang tidak terlibat, itu jelas terlibat, dan di persidangan tadi fakta-fakta itu terungkap,” ungkap Mehbob.

Baca Juga: Rachmat Gobel: Moratorium Pinjaman Online

Uang sebesar Rp25 juta itu, kata Mehbob, merupakan downpayment. Karena, setiap ketua DPC tersebut diberikan lagi Rp 75 juta setelah KLB ilegal Deli Serdang selesai. Jadi totalnya Rp100 juta untuk setiap orang.

“Saat kami mengajukan saksi fakta, lawyer dari pihak penggugat tidak berani memberikan pertanyaan atau bantahan. Jadi secara tidak langsung, dia mengakui fakta itu terjadi,” tegas Mehbob.

Selain menghadiri KLB Deli Serdang karena diiming-imingi sejumlah uang, Saksi Fakta mengakui bahwa dirinya tetap bisa menjadi peserta KLB ilegal Deli Serdang meskipun tidak memiliki surat mandat.

“Yang bersangkutan tidak mendapat surat mandat, surat tugas karena bukan person yang berhak hadir di Kongres. Dia datang ke KLB bersama 9 orang kader lainnya. Mereka bukan ketua DPC, tapi diberi jaket, diberi namecard peserta kongres yang memiliki hak suara,” jelas Heru.

Baca Juga: Khaby Lame Menyebut Eddie Murphy dan Will Smith Sebagai Inspirasi Terbesarnya

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengamat: Duet Anies - AHY Jadi Harapan Rakyat di 2024

Jumat, 18 November 2022 | 21:19 WIB

Lirik Lagu Inka Christie - Rela

Rabu, 16 November 2022 | 09:00 WIB

Cumburu! PDIP: Ada Udang di Balik Batu

Selasa, 15 November 2022 | 14:26 WIB

Bamsoet Ajak HIPKA KAHMI Kembangkan Ekonomi Nasional

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:44 WIB
X