KHILAFAH AJARAN ISLAM, INDONESIA HARUS DIBERSIHKAN DARI PARA PENISTA AGAMA

- Senin, 31 Oktober 2022 | 09:58 WIB
Ahmad Khozinudin, kuasa hukum Bambang Tri Mulyono (Foto : Terkini.id)
Ahmad Khozinudin, kuasa hukum Bambang Tri Mulyono (Foto : Terkini.id)

Teropongpolitik.com - sebuah tulisan opini yang berjudul 'DUKUNGAN UNTUK HASBIL MUTAQIN LUBIS, KHILAFAH AJARAN ISLAM, INDONESIA HARUS DIBERSIHKAN DARI PARA PENISTA AGAMA' oleh Ahmad Khozinudin, S.H.

Beberapa saat lalu, penulis mendapatkan kiriman opini hukum dari Advokat Mohammad Taufiqurrahman, SH, MH, kuasa hukum dari Hasbil Mutaqin Lubis. Intinya, kelakuan Dede Budyarto, komisaris independen PT PELNI yang memplesetkan Khilafah menjadi Khilafuck, menurutnya telah memenuhi unsur delik penistaan agama sebagaimana diatur dalam pasal 156a KUHP.

Baca Juga: Bamsoet Apresiasi Jakarta With Love Gelar 'Charity Garage Sale' Bantu UMKM

Terpisah, Hasbil melalui twitternya telah mengkonfirmasi akan melaporkan Dede Budyarto pada selasa, 1 November 2022. Dirinya juga mengkonfirmasi, telah menunjuk Mohammad Taufiqurrahman, SH, MH, sebagai kuasa hukum untuk mendampingi.

Kelakuan Dede Budyarto memang sudah sangat keterlaluan. Saat diingatkan, alih-alih segera meminta maaf malah mengeluarkan komentar yang sangat merendahkan. Prett!

Semestinya, sebagai komisaris BUMN (PT PELNI), Dede fokus memberikan komentar atau masukan untuk kemajuan BUMN. Bukan berkomentar yang tak ada kaitannya dengan jabatan, apalagi melecehkan Khilafah sebagai ajaran Islam.

Baca Juga: Polisi Hentikan Festival Musik Berdendang Bergoyang

Soal Khilafah ajaran Islam, sudah masyhur diketahui oleh seluruh umat Islam. Sejarah Kekhilafahan Khulafaur Rasyidin, dari Khalifah Abu Bakar RA, Umar RA, Utsman RA, hingga Ali RA sudah sangat melekat dalam benak kaum muslimin.

Terlepas ada perbedaan dalam memberikan devinisi soal Khilafah, tetapi semua sepakat bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Bukan ajaran Barat kapitalis, atau ajaran Marx yang sosialis komunis.

Dalam laman wikipedia, Khilafah didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin.

Baca Juga: Lula da Silva Kembali Memimpin Brasil

Dalam banyak kitab klasik, semua imam Mahzab, membahas soal Khilafah. Ulama Mahzab Syafii bernama Imam Al Mawardi menulis secara khusus dalam bukunya Al Ahkam As Shultoniyah. Bahkan, Ulama Nusantara H Sulaiman Rasyid dalam bukunya Fiqh Islam juga menulis Bab Khilafah.

Jadi jelas dan tegas, memplesetkan Khilafah menjadi Khilafuck merupakan satu sikap yang merendahkan ajaran Islam, menghujat dan melecehkan ajaran Islam, sehingga terkategori penodaan dan penistaan agama Islam.

MUI telah menetapkan Kriteria dan batasan tindakan yang termasuk dalam kategori perbuatan penodaan dan penistaan agama Islam adalah perbuatan menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, kitab suci Alquran, ibadah mahdlah (sholat, puasa, zakat dan haji), sahabat Rasulullah SAW, simbol-simbol agama yang disakralkan seperti Ka'bah, masjid dan lainnya.

Halaman:

Editor: Bobby Darmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PERTEMUAN BIDEN-XI JINPING PENTING DAN BAIK BAGI DUNIA

Senin, 14 November 2022 | 11:49 WIB

Tanpa AHY, Anies Mustahil Menang

Senin, 7 November 2022 | 15:04 WIB

Mengawal Otoritas Agama di Ruang Publik

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:36 WIB

Siapa Yang Layak Dampingi Anies Baswedan?

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:43 WIB

Aksi Tawuran Pelajar Cederai PTM

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:30 WIB

Penyesalan Bus Buy The Service yang Dihentikan

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:19 WIB

Menanti 5 Juta Anak yang Tak Berakte Perolehan Haknya

Selasa, 4 Januari 2022 | 18:46 WIB

Relawan Semeru Vs Relawan Capres

Kamis, 16 Desember 2021 | 07:31 WIB

Maskapai Garuda yang Malang

Senin, 1 November 2021 | 08:51 WIB

Demokrat Tuding Megawati Lengserkan Gus Dur?

Rabu, 6 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Judicial Review Tidak untuk AD/ART Partai

Senin, 4 Oktober 2021 | 15:35 WIB

Yusril Tak Menggali Ide Demokrasi yang Sehat

Selasa, 28 September 2021 | 12:22 WIB

Kuku-Kuku Tajam dari Praktek Politik yang Menindas

Jumat, 24 September 2021 | 09:46 WIB
X