• Selasa, 6 Desember 2022

Komnas HAM Minta Keterangan Tambahan Pegawai KPI

- Jumat, 24 September 2021 | 14:36 WIB
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.  (ANTARA/Istimewa)
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara. (ANTARA/Istimewa)

Teropongpolitik.com, Jakarta - Komnas HAM (Komisi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia) kembali mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap “MS” di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pada Rabu, 22 September 2021 kemarin, setelah meminta keterangan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat, Komnas HAM meminta keterangan beberapa orang pegawai KPI.

“Baru saja selesai permintaan keterangan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kepada Komnas HAM terkait dengan dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan KPI,” ucap Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, saat doorstop di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 22 September 2021.

Dalam doorstop tersebut, Beka – sapaan akrab Beka Ulung Hapsara – menjelaskan bahwa perwakilan KPI yang hadir memenuhi panggilan Komnas HAM tersebut berjumlah empat orang. Diantaranya tiga orang staf/pegawai (masih satu bagian dengan “MS”) dan satu orang bagian hukum yang mendampingi dalam memberikan keterangan kepada Komnas HAM.

Baca Juga: Banjir Surut Enam Jam, Tiga Waduk Baru di Jakarta Utara Dioperasikan Sebagai Kolam Retensi

Lebih lanjut, kepada wartawan yang hadir, Beka mengungkapkan beberapa poin keterangan yang telah diberikan oleh pegawai KPI tersebut. Diantaranya, pertama, terkait situasi, kondisi atau suasana kerja di lingkungan KPI. Kedua, terkait respon dari pegawai KPI terhadap peristiwa yang terjadi. Ketiga, terkait pihak-pihak yang diperkirakan mengetahui dengan jelas atau mendengar adanya kejadian tersebut.

Menurut Beka, pemanggilan terhadap tiga orang staf tersebut oleh Komnas HAM adalah didasarkan pada rilis yang disebarkan oleh “MS” serta keterangan dari pimpinan KPI.

“Jadi begini, seperti yang tadi saya sampaikan, kami mendasarkan permintaan keterangan dari rilis terbuka yang disampaikan oleh “MS”. Kami kemudian mengonfirmasi apakah yang bersangkutan tahu atau tidak, kemudian tahu nya seberapa dan kapan, kira-kira seperti itu,” kata Beka.

Kemudian, Beka menyampaikan bahwa Komnas HAM akan terus mendalami kasus tersebut setelah menggali keterangan dan mendapatkan alat bukti.

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Sumber: Komnas HAM

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow! Gaji Ferdy Sambo 35 Juta Biaya Bulanan 600 Juta

Jumat, 25 November 2022 | 16:44 WIB

Istana: Jangan "Nge-prank" Aparat Penegak Hukum

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:38 WIB

Draft KUHP Tidak Terbuka, BEM UI Demo di DPR

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:05 WIB
X