• Kamis, 2 Februari 2023

Jepang Intervensi, Sayang Dolar Masih Kuat Di Asia, Cek di Sini

- Senin, 24 Oktober 2022 | 14:52 WIB
Nilai Tukar Dolar AS menguat terhadap mata uang negara lainnya akibat kenaikan suku bunga The Fed (Ilustrasi : Pexels)
Nilai Tukar Dolar AS menguat terhadap mata uang negara lainnya akibat kenaikan suku bunga The Fed (Ilustrasi : Pexels)

TEROPONGPOLITIK.COM - Dugaan intervensi bank sentral Jepang (BoJ) hanya memberi jeda singkat pada yen Jepang, karena dolar AS tetap kuat pada Senin, sementara sterling goyah ketika mantan menteri keuangan Rishi Sunak muncul sebagai yang terdepan untuk menjadi perdana menteri Inggris.

Yen mencapai level terendah 149,70 per dolar pada awal perdagangan Asia sebelum tersapu ke level tertinggi 145,28 dalam beberapa menit dalam sebuah langkah yang menunjukkan BoJ, yang bertindak untuk Kementerian Keuangan Jepang (MOF), telah intervensi untuk hari kedua berturut-turut. Namun, mata uang Jepang turun kembali ke dekat 148,88.

"Tindakan harga seharusnya mengkhawatirkan bagi Kementerian Keuangan, karena menunjukkan bahwa ada permintaan yang kuat untuk membeli ke dalam penurunan dolar/yen," kata Sean Wallow, ahli strategi mata uang senior di Westpac di Sydney.

"Waktunya seharusnya bagus untuk intervensi, dengan imbal hasil AS masih turun setelah berita WSJ tentang Fed pada Jumat (21/10/2022)."

Saham menguat dan imbal hasil AS turun pada Jumat (21/10/2022) setelah Wall Street Journal melaporkan pejabat Federal Reserve kemungkinan akan memperdebatkan ukuran kenaikan suku bunga di masa depan, memicu harapan bahwa perubahan arah Fed mungkin sudah dekat.

Jepang juga melakukan intervensi di pasar valuta asing pada Jumat (21/10/2022), membeli yen dalam contoh kedua yang dikonfirmasi dalam sebulan setelah mata uang mencapai level terendah 32-tahun di dekat 152 terhadap dolar, kata sumber kebijakan.

Itu memicu reli lebih dari 7 yen untuk mata uang Jepang menjadi 144,50 per dolar.

Damien Boey, kepala strategi makro di perusahaan investasi Barrenjoey yang berbasis di Sydney, mengatakan yen Jepang masih belum mendekati nilai wajar.

"Ketika saya menjalankan beberapa kondisi paritas dan model evaluasi untuk dolar/yen, Anda mendapatkan beberapa hasil yang sangat gila seperti nilai wajarnya bisa mencapai 170," kata Boey.

Halaman:

Editor: Firdaus Iwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Said Didu Kritik Gelombang PHK Capai Jutaan Orang

Senin, 16 Januari 2023 | 11:48 WIB

HP 5G Paling Dicari di Tahun 2022

Minggu, 26 Desember 2021 | 17:05 WIB

HP 5G Paling Ditunggu di Awal Tahun 2022

Minggu, 26 Desember 2021 | 08:00 WIB

Kisah Inspiratif Pengusaha UMKM Surabaya

Minggu, 19 Desember 2021 | 11:52 WIB
X