• Sabtu, 3 Desember 2022

China Sangat Mengecewakan, Harga Minyak Anjlok Bebas, Ini Sebabnya

- Senin, 24 Oktober 2022 | 14:55 WIB
Aktivitas pengeboran minyak dan gas lepas pantai. (Reliance Sekuritas)
Aktivitas pengeboran minyak dan gas lepas pantai. (Reliance Sekuritas)

TEROPONGPOLITIK.COM - Harga minyak turun lebih dari satu persen di sesi Asia pada Senin sore, setelah data China menunjukkan bahwa permintaan dari importir minyak mentah terbesar dunia tetap lesu pada September karena kebijakan ketat COVID-19 dan ekspor bahan bakar membatasi konsumsi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember tergelincir satu dolar AS atau 1,1 persen, menjadi diperdagangkan di 92,50 dolar AS per barel pada pukul 06.09 GMT, setelah menguat 2,0 persen minggu lalu.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember diperdagangkan di 84,02 dolar AS per barel, merosot 1,03 dolar AS atau 1,2 persen..

Meskipun lebih tinggi dari Agustus, impor minyak mentah China September sebesar 9,79 juta barel per hari turun 2,0 persen di bawah tahun sebelumnya, data bea cukai menunjukkan pada Senin, karena penyulingan independen membatasi throughput (tingkat pengolahan kilang) di tengah margin tipis dan permintaan yang lesu.

"Pemulihan baru-baru ini dalam impor minyak tersendat pada September," kata analis ANZ dalam sebuah catatan. Ia menambahkan bahwa penyulingan independen gagal memanfaatkan peningkatan kuota karena penguncian terkait COVID yang sedang berlangsung membebani permintaan.

"Ini diperburuk oleh penurunan margin kilang dan pembatasan ekspor produk," kata para analis.

 

Arab Saudi dan Rusia bersaing ketat sebagai dua pemasok utama China pada September.

Ketidakpastian atas kebijakan nol-COVID China dan krisis properti merusak efektivitas langkah-langkah pro-pertumbuhan, analis ING mengatakan dalam sebuah catatan, meskipun pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga mengalahkan ekspektasi.

Halaman:

Editor: Firdaus Iwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lula da Silva Kembali Memimpin Brasil

Senin, 31 Oktober 2022 | 07:58 WIB

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB

Taliban Bubarkan Komisi Pemilihan Afganistan

Minggu, 26 Desember 2021 | 16:29 WIB
X