• Selasa, 29 November 2022

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

- Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB
Gandum. (Bonsernews.com/dw.com/id/Olena Mykhaylova/Zoonar/picture alliance)
Gandum. (Bonsernews.com/dw.com/id/Olena Mykhaylova/Zoonar/picture alliance)

TEROPONGPOLITIK.COM - Perang di Ukraina yang telah menghentikan ekspor gandumnya akan membuat harga global tetap tinggi hingga musim 2022/23.

Hal itu menempatkan jutaan orang lagi dalam risiko kekurangan gizi, kata badan pangan PBB dan OECD pada Rabu (29/6/2022).

Rusia dan Ukraina adalah eksportir gandum terbesar pertama dan kelima di dunia yang masing-masing menyumbang 20 persen ​​dan 10 persen dari penjualan global.

Baca Juga: Suhu Turun, Fenomena Embun Beku Muncul di Banjarnegara, Apa Bahayanya?

Tetapi invasi Rusia ke Ukraina dan penutupan Laut Azov dan Laut Hitam, hampir menghentikan ekspor.

Ekspor biji-bijian dari Ukraina hanya 20 persen dari kapasitas karena jalur alternatif, seperti kereta api dan jalan raya, tidak seefisien rute laut, kata Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Proyeksi FAO/OECD menunjukkan bahwa harga gandum 2022/23 bisa 19 persen di atas tingkat sebelum perang jika Ukraina sepenuhnya kehilangan kapasitas ekspornya dan 34 persen lebih tinggi.

Baca Juga: Persipura Jayapura Peceklik Anggaran, Terancam Gulung Tikar?

Jika sebagai tambahan ekspor Rusia dikurangi setengahnya. Musim 2022/23 dimulai 1 Juli di belahan bumi utara.

Halaman:

Editor: Firdaus Iwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lula da Silva Kembali Memimpin Brasil

Senin, 31 Oktober 2022 | 07:58 WIB

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB

Taliban Bubarkan Komisi Pemilihan Afganistan

Minggu, 26 Desember 2021 | 16:29 WIB
X