• Senin, 3 Oktober 2022

Wikipedia Tolak Keputusan Pengadilan Moscow Untuk Menghapus Informasi Perang Ukraina

- Selasa, 14 Juni 2022 | 08:15 WIB
Laman Wikipedia - tangkapan layar  (Teropong Politik)
Laman Wikipedia - tangkapan layar (Teropong Politik)

TEROPONG POLITIK - Pemilik portal Wikipedia, Yayasan Wikimedia, telah mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan Moskow yang menuntut agar menghapus informasi yang berkaitan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Alasan Wikimedia, orang memiliki hak untuk mengetahui fakta perang.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pengadilan Moskow mendenda Wikimedia Foundation sebesar 5 juta rubel atau setara US$88.000 karena menolak menghapus apa yang disebut pihak Rusia sebagai disinformasi dari artikel Wikipedia berbahasa Rusia tentang perang termasuk "Invasi Rusia ke Ukraina", "Kejahatan Perang selama Invasi Rusia ke Ukraina" serta "Pembantaian di Bucha".

Selain itu, argumen Wikipedia tetap menayangkan invasi Rusia pada laman portalnya, yang mengatakan bahwa ia menawarkan "draf kedua sejarah", adalah salah satu dari sedikit sumber informasi berbahasa Rusia yang diperiksa fakta untuk masyarakat Rusia setelah tindakan keras terhadap media di Moskow.

Baca Juga: Dinar Candy Siapkan Pukulan Dahsyat Tumbangkan Nikita Mirzani

"Keputusan ini menyiratkan bahwa sumber yang baik, pengetahuan terverifikasi di Wikipedia yang tidak sejalan dengan akun pemerintah Rusia dianggap disinformasi," demikian dikatakan Stephen LaPorte, Associate General Counsel di Wikimedia Foundation, seperti dilansir Rueters.

LaPorte kemudian memberikan argumen lain kenapa Wikipedia tetap menayangkan artikel yang mereka sebut sebagai "invasi Rusia" terhadap Ukraina, "Pemerintah menargetkan informasi yang vital bagi kehidupan masyarakat di masa krisis. Kami mendesak pengadilan untuk mempertimbangkan kembali untuk mendukung hak setiap orang atas akses pengetahuan dan kebebasan berekspresi."

Pendapat pengadilan Moscow

Sebagai informasi, pengadilan Moskow berpendapat bahwa apa yang disebut sebagai disinformasi di Wikipedia menimbulkan risiko bagi ketertiban umum di Rusia dan bahwa Yayasan, yang berkantor pusat di San Francisco, California, beroperasi di dalam Rusia.

Baca Juga: Relawan Projo NTB, Dukung AHY Jadi Presiden 2024

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB

Taliban Bubarkan Komisi Pemilihan Afganistan

Minggu, 26 Desember 2021 | 16:29 WIB

Puluhan Mayat Berserakan, Saat Konflik di Myanmar

Minggu, 26 Desember 2021 | 15:45 WIB

Iran Tembakkan 16 Rudal Untuk Peringatkan Israil

Minggu, 26 Desember 2021 | 14:59 WIB

Delmicron Varian Baru Mutasi Virus Covid-19

Minggu, 26 Desember 2021 | 13:58 WIB

Edarkan Video KPop 7 Orang Dieksekusi Di Korut

Kamis, 16 Desember 2021 | 07:00 WIB
X