• Senin, 3 Oktober 2022

Wanita China Tolak Program Xi Jinping Soal Lahirkan Tiga Anak

- Senin, 10 Januari 2022 | 16:09 WIB
Chinese President Xi Jinping attends the National Day reception on the eve of the 71st anniversary of the founding of the People's Republic of China, following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), in Beijing, China September 30, 2020. REUTERS/Thomas Peter (THOMAS PETER)
Chinese President Xi Jinping attends the National Day reception on the eve of the 71st anniversary of the founding of the People's Republic of China, following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), in Beijing, China September 30, 2020. REUTERS/Thomas Peter (THOMAS PETER)

Teropongpolitik.com - Pemerintah China meluncurkan program baru untuk meningkatkan jumlah kelahiran guna menekan jumlah angka lansia.

Namun rencana Presiden Xi Jinping tersebut ditolak oleh para wanita di sana. Mereka menolak apabila harus melahirkan 3 anak.

Salah satu narasumber, Qiu Xiojia keberatan dengan kebijakan tersebut karena tidak memiliki biaya untuk membesarkan anak-anak mereka.

Baca Juga: Megawati Singgung Jokowi Soal Mahalnya Bahan Pangan

"Saya tidak bisa punya anak lagi. Membesarkan satu anak seperti memasukkan uang Anda ke dalam mesin penghancur kertas," katanya, dikutip dari Radio Free Asia, Senin 10 Januari 2022.

Selain memang tak punya biaya, membesarkan anak juga membutuhkan mental, fisik, dan emosional.

Selain Qiu Xiojia, salah satu wanita di kota Chongqin, Ma Jing mengatakan hidupnya hanya mengandalkan gaji saja.

Baca Juga: Bahlil Sebut Pengusaha Ingin Pemilu 2024 Diundur, Pengamat: Menyesatkan!

Alhasil, apabila Presiden Xi Jinping mensahkan kebijakan tersebut, dirinya mengaku tidak memiliki uang.
"Saya hidup dari gaji ke gaji dan masih sangat bergantung pada orang tua," katanya.

Halaman:

Editor: Bobby Darmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB

Taliban Bubarkan Komisi Pemilihan Afganistan

Minggu, 26 Desember 2021 | 16:29 WIB

Puluhan Mayat Berserakan, Saat Konflik di Myanmar

Minggu, 26 Desember 2021 | 15:45 WIB

Iran Tembakkan 16 Rudal Untuk Peringatkan Israil

Minggu, 26 Desember 2021 | 14:59 WIB

Delmicron Varian Baru Mutasi Virus Covid-19

Minggu, 26 Desember 2021 | 13:58 WIB

Edarkan Video KPop 7 Orang Dieksekusi Di Korut

Kamis, 16 Desember 2021 | 07:00 WIB
X