• Selasa, 6 Desember 2022

PM Irak Mustafa al-Kadhimi Mengutuk Serangan di Rumahnya

- Selasa, 9 November 2021 | 10:17 WIB
Serangan teroris pengecut, yang menargetkan rumah Perdana Menteri, Panglima Angkatan Bersenjata, dengan tujuan membunuh kedaulatannya, adalah penargetan serius negara Irak oleh kelompok-kelompok bersenjata kriminal yang membaca pengekangan dan profesionalisme pasukan keamanan dan militer kita. (Akun Twitter PM Irak)
Serangan teroris pengecut, yang menargetkan rumah Perdana Menteri, Panglima Angkatan Bersenjata, dengan tujuan membunuh kedaulatannya, adalah penargetan serius negara Irak oleh kelompok-kelompok bersenjata kriminal yang membaca pengekangan dan profesionalisme pasukan keamanan dan militer kita. (Akun Twitter PM Irak)

Teropongpolitik.com - Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi selamat dari upaya pembunuhan setelah pesawat tak berawak yang sarat bahan peledak menargetkan kediamannya di ibukota Baghdad pada hari Minggu, 7 November 2021.

Mustafa al-khadimi menganggap, serang tersebut sebagai tindakan pengecut.

Menurut kantor berita Al Jazeera, upaya pembunuhan tersebut meningkatkan ketegangan di negara itu, beberapa minggu setelah pemilihan umum yang disengketakan oleh kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran.

Kediaman al-Khadimi berada di kawasan zona hijau, dimana di sekelilingnya menjadi wilayah perkantoran pemerintah dan kantor kedutaan negara-negara di dunia.

Sesaat setelah upaya pembunuhan tersebut, al-Kadhimi muncul dalam rekaman video yang diterbitkan oleh kantornya pada hari Minggu, 7 November 2021.

Baca Juga: Polling di Twitternya Menyerukan Elon Musk Menjual 10 Persen Sahamnya di Tesla

Ia langsung memimpin pertemuan dengan para komandan keamanan untuk membahas serangan pesawat tak berawak (drone).

"Serangan teroris pengecut yang menargetkan rumah perdana menteri tadi malam dengan tujuan membunuhnya, adalah penargetan serius negara Irak oleh kelompok-kelompok bersenjata kriminal," kata kantor PM Irak dalam sebuah pernyataan pers, setelah pertemuan petinggi keamanan Irak.

Sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa setidaknya enam anggota pasukan perlindungan perdana menteri terluka dalam serangan itu.

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lula da Silva Kembali Memimpin Brasil

Senin, 31 Oktober 2022 | 07:58 WIB

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB

Taliban Bubarkan Komisi Pemilihan Afganistan

Minggu, 26 Desember 2021 | 16:29 WIB
X