Serangan mematikan di Afghanistan, menghantam masjid Kunduz saat salat Jumat

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 17:37 WIB
Lebih dari 300 orang diyakini telah menghadiri salat Jumat ketika serangan itu terjadi
Lebih dari 300 orang diyakini telah menghadiri salat Jumat ketika serangan itu terjadi

Teropongpolitik.com - Serangan bom bunuh diri kembali terjadi Afghanistan, yang kali ini terjadi di sebuah masjid di kota Kunduz. Seperti dilansir para pejabat keamanan Afghanistan, insiden telah menewaskan sedikitnya 50 orang, dalam serangan paling mematikan sejak pasukan AS pergi.

Mayat terlihat berserakan di dalam masjid Said Abad, yang digunakan oleh komunitas minoritas Muslim Syiah. Lebih dari 100 orang terluka dalam ledakan di kota utara.

Kelompok Negara Islam mengatakan mereka berada di balik serangan itu. Ekstremis Muslim Sunni telah menargetkan Syiah yang mereka lihat sebagai bidat.

IS-K, afiliasi regional Afghanistan dari kelompok IS yang menentang keras pemerintah Taliban, telah melakukan beberapa pemboman baru-baru ini, sebagian besar di timur negara itu.

Baca Juga: Sebelum Nikah dengan Atta Halilintar, Aurel Sempat Ogah-ogahan: Ih Tidak Mau Ih

Seorang pengebom bunuh diri ISIS dilaporkan meledakkan rompi peledak saat jamaah berkumpul di dalam masjid untuk salat Jumat.

Zalmai Alokzai, seorang pengusaha lokal yang bergegas ke rumah sakit untuk memeriksa apakah dokter membutuhkan donor darah, menggambarkan melihat adegan kacau setelah serangan itu.

"Ambulans akan kembali ke tempat kejadian untuk membawa orang mati," katanya.

Pejabat keamanan setempat mengatakan bahwa lebih dari 300 orang sedang menghadiri salat ketika serangan itu terjadi.

Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas akan meningkat lebih lanjut.

Serangan mematikan ke-3 dalam seminggu

Baca Juga: Hercules Ceritakan Kebal Bacok, Gus Miftah Tercengang

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, pemboman hari Jumat adalah "serangan mematikan ketiga minggu ini yang tampaknya menargetkan sebuah lembaga keagamaan" dan merupakan bagian dari "pola kekerasan yang mengganggu".

PBB merujuk pada pemboman hari Minggu di dekat sebuah masjid di ibu kota Kabul yang menewaskan beberapa orang, dan serangan terhadap sebuah madrasah (lembaga pendidikan) di kota timur Khost pada hari Rabu.

Halaman:

Editor: Dani Priatno PIN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lula da Silva Kembali Memimpin Brasil

Senin, 31 Oktober 2022 | 07:58 WIB

Ancaman Kekurangan Gizi Akibat Harga Gandum Naik

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:53 WIB

Prancis Temukan Jenis Baru Covid-19, 'Varian IHU'

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:18 WIB
X